
“Memang benar proyek Jembatan Otista berdampak karena ada dua pipa besar kami yang mengalirkan air ke pelanggan, yang satu pipa 15 inci, dibangun sekitar tahun 1970-an, dan merupakan pipa bantuan dari Australia. Yang satunya lagi adalah pipa berukuran 6 inci,” kata Ardani beberapa waktu lalu.
Untuk menyelaraskan pelaksanaan pembangunan tersebut, Perumda Tirta Pakuan akan menerapkan rencana perubahan distribusi air, lanjutnya.
“Intinya kami akan melakukan pembangunan sesuai dengan jadwal yang sama dengan proyek Jembatan Otista. Dengan kata lain, kami akan mengikuti jadwal proyek Jembatan Otista,” jelas Ardani.

Ia mengakui bahwa aliran air kepelanggan akan terganggu selama beberapa jam selama pipa-pipa tersebut dibongkar pada proyek Jembatan Otista.
Untuk mengatasinya, pipa Jembatan Otista yang semula mengalir dari Zona 3 akan dialihkan dari distribusi air yang juga mengalir ke Zona 4.
“Kita akan hentikan sementara. Kami akan alihkan [distribusi air] dari Zona 4, jadi aliran air akan berhenti sementara, tapi gangguannya hanya beberapa jam saja, jadi dampaknya tidak akan lama. Kami berharap pengerjaan Jembatan Otista dapat berjalan lancar, pemasangan pipa-pipa baru dapat berjalan lancar, dan dampak yang ditimbulkan selama pengerjaan tidak terlalu besar bagi pelanggan,” pungkas Ardani. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















