
Waktu penyelesaian perbaikan belum dapat dipastikan. Mengingat kebocoran pipa terjadi di kedalaman lebih dari satu meter dan area perbaikan yang tidak terlalu luas.
“Lokasinya cukup sulit dan terlihat serta area perbaikannya kecil, sehingga kami harus menggali dan memperlebar area untuk memudahkan pengelasan. Jadi saya belum bisa memastikannya, tapi kami akan usahakan secepatnya,” jelasnya.
Ardani mengatakan, bahwa ia membayangkan situasi yang sama dengan memasang Pressure Reducer Valve (PRV) berukuran 12 inci di daerah Cipaku.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan air, khususnya di sekitar Jembatan Pamoyanan.
“Ini adalah daerah cekungan. Tekanan air di sini sekitar 7bar, yang setara dengan tekanan air hingga sekitar 70 meter. Itu tekanan yang cukup besar, dan dengan PRV kita bisa menurunkannya dari 7bar menjadi 3–4bar, dan mudah-mudahan dimasa depan tempat ini tidak akan terganggu lagi.“
Selain PVR, perusahaan juga berencana untuk memasang katup udara, khususnya dibagian atas Zona 2.
“Misalnya, satu akan dipasang dipunggung bukit kearah Rangga Mekar, satu di dekat Perumahan Onix dan satu lagi didekat Sawah Bera untuk mengurangi water hammer. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















