“Berawal saat salah satu santri yang sedang berada di kamar mandi mencium aroma busuk yang bersumber dari belakang kamar mandi,” tuturnya.

Karena penasaran, sambung Agus kemudian saksi mengecek ke bagian belakang kamar mandi dengan cara menaiki ventilasi.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

“Saat mencoba mengecek asal bau itu, saksi dikejutkan dengan adanya sesosok mayat di bagian sepiteng,” ujarnya.

Agus mengaku, jasad korban AS (18) sempat di evakuasi ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan visum et repertum. Namun, pihak keluarga menolak untuk melakukan tindakan autopsi.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

“Pihak korban menolak untuk dilakukan autopsi dan kita serahkan langsung korban kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak,” tukasnya. (Mutia Dheza Cantika)

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================