Pemkab Bogor Pastikan Hewan Kurban Bebas Dari Virus Lato-Lato Menjelang Idul Adha

BOGOR-TODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor memastikan hewan kurban terbebas dari virus lato-lato atau Lumpy Skin Disease (LSD).

Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Muliadi mengatakan, pihaknya turun langsung melakukan pengecekan kesehatan hewan di sejumlah peternakan serta, pedagang hewan kurban.

“Mengingat saat ini telah terjadi kasus penyakit lato-lato yang menyerang sejumlah hewan ternak di sejumlah wilayah di Indonesia. Itu dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan qurban,” kata Muliadi dalam keterangannya.

Ia menyebut, pengecekan hewan kurban di wilayah Kabupaten Bogor ini digencarkannya sejak H-30. Dengan melibatkan 50 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), kata dia, Diskanak akan rutin melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan kurban hingga hari raya Idul Adha tiba.

BACA JUGA :  10 Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Fokus dan Ingatan Otak

“Menjelang hari raya Idul Adha tim Diskanak Kabupaten Bogor rutin melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan kurban. Baik di peternakan juga lapak-lapak penjual hewan kurban,” papar dia.

Dalam hal ini, Muliadi menghimbau agar masyarakat memilih hewan kurban yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan atau petugas Diskanak dengan  bukti Surat Keterangan Kesehatan Hewan Qurban (SKK HQ).

Hewan Kurban

Sementara itu, Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner, Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Herdiawan mengungkapkan bahwa, pihaknya kini sudah menyebar tim dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di enam wilayah Kabupaten Bogor.

“Enam wilayah itu yakni, Cibinong, Babakan Madang, Jonggol, Sindang Barang, Pamijahan dan Cigudeg,” ujar Hardy.

Selain dilakukan pemeriksaan, lanjut dia, Diskanak kerap melakukan sosialisasi kesehatan ternak dan cara memotong hewan kurban yang halal sesuai dengan syariat Islam.

BACA JUGA :  PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

“Meskipun kasus PMK sudah tidak ditemukan di Kabupaten Bogor, proses pemotongan hingga pembagian hewan qurban kami tetapkan protokol seperti tahun lalu saat terjadi PMK,” tandas dia.

Ia mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Bogor lebih berhati-hati dan waspada untuk memilih hewan kurban menjelang Idul Adha ini.

Hardy juga memperingati ciri-ciri hewan terjangkit penyakit lato-lato yang diantaranya adalah, munculnya nodul yang keras (benjolan) dengan diameter 2 sampai 5 centimeter (CM) dan terdapat di kepala, leher, tungkai, kaki, ekor, serta ambing.

“Pada kasus yang serius, nodul dapat menutupi di hampir seluruh bagian tubuh artinya hewan tersebut terjangkit penyakit lato-lato. Hindari jika ditemukan hewan qurban dengan ciri-ciri tersebut,” tungkas dia.*

(Mutia Dheza Cantika)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================