
Ini bunyi pantun sangat kasar dan sudah menghina serta memfitnah seseorang, padahal Badan Pemeriksa Keuangan sudah memutuskan bahwa kasus Formula E tidak ada masalah.
Dalam laporannya ada 6 alasan yang menyebabkan secara menyakinkan bahwa Formula E tidak ada korupsi.
Kelihatan mas Butet ini kurang literasi dalam membuat pantun, maklum sudah sepuh kali. Butet juga menghujat Prabowo Subianto dengan pantun juga.
Menurut penulis ini bukan pantun, tapi ujaran kebencian, fitnah dan Butet kurang literasi serta kurang pergaul.
“Hati rakyat Indonesia pasti akan bersedih jika kelak ada presiden hobinya kok menculik,” kata budayawan itu.
Ini juga menunjukkan tidak riset dan kurang kritis dalam membuat sebuah pantun yang banyak dibaca orang Indonesia.
Masalah Prabowo itu sudah basi, jika menghina Prabowo berarti juga menghina PDIP, Megawati dan Jokowi.
Bukankah Prabowo pernah jadi Cawapresnya Megawati dan sekarang Prabowo jadi Menhannya Jokowi.
Saatnya Butet minta maaf, meski Anies dan Prabowo tidak ngefek dengan hinaan dan fitnah ini.
Sayangnya Butet tetap kekeh merasa tidak bersalah dan bilang dengan entengnya bahwa saya berbicara dengan kejujuran dan ini memang merupakan fakta.
Memang susah jika berbicara dengan orang yang sombong dan ndablek Butet merasa selalu paling benar dan menganggap orang lain selalu salah. Jayalah Indonesiaku. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















