
Hal ini dikarenakan terlalu sering terkena paparan cahaya biru dari ponsel dapat mempercepat proses oksidasi dalam kulit.
“Paparan cahaya biru yang berlebihan dari perangkat sehari-hari, seperti TV, laptop, dan telepon, kemungkinan memiliki efek merugikan pada berbagai sel di tubuh kita, mulai dari sel kulit dan sel lemak, hingga neuron sensorik,” kata Jadwiga Giebultowicz, profesor di Departemen Biologi Integratif di Oregon State University dan penulis senior studi di jurnal Frontiers.
“Studi kami menunjukkan bahwa menghindari paparan sinar biru yang berlebihan mungkin merupakan strategi anti-penuaan yang baik,” lanjutnya.
Ponsel yang dalam kondisi aktif dan tersimpan di saku celana dapat meningkatkan radiasinya hingga berkali kali lipat dan bisa menurunkan kesuburan pria.
Isna Qadrijati, seorang doktor di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan paparan radiasi gelombang elektromagnetik radiofrekuensi ponsel terbukti menurunkan kualitas dan fungsionalitas spermatozoa manusia secara in vitro.
Penelitian menggunakan spermatozoa dari ejakulat pria yang dinyatakan sehat.
Sperma kemudian diberikan perlakuan berupa paparan radiasi ponsel secara akut dan kronik dengan tingkat paparan radiasi elektromagnet pada tubuh (SAR) 2W/kg dan 5,7 W/kg selama 1 jam dan 2 jam.
Hasilnya menunjukkan semakin lama dan besar paparan radiasi gelombang elektromagnetik radiofrekuensi ponsel maka, akan semakin rendah pula kualitas dan fungsionalitas spermatozoa secara invitro dibandingkan sperma yang tidak diberikan perlakuan.
Jika terus dibiarkan, cara ini dapat memicu pertumbuhan tumor dan menurunkan kesuburan para pria. (Net)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News















