Sekda Burhan Sebut Food Waste Solusi Pencegahan Ancaman Kerawanan Pangan di Kabupaten Bogor

food waste
Upaya yang dilakukan pemerintah daerah itu dilakukan demi menyelamatkan pangan dan mencegah kerawanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor. (FOTO : Dok. Bogor Today)

BOGOR-TODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor terus meningkatkan upaya pengurangan dan pencegahan limbah pangan (Food Waste).

Upaya itu dilakukan demi menyelamatkan pangan dan mencegah kerawanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat memimpin Rapat Koordinasi upaya pengurangan dan pencegahan Food Waste bersama Perwakilan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia.

Sekedar informasi, food waste adalah limbah pangan yang masih berkualitas baik, layak konsumsi, namun tidak dikonsumsi dan dibuang.

Food waste biasanya terjadi pada tingkat rumah tangga dan ritel. Misalnya, makanan yang tersisa di piring, tidak dikonsumsi habis dan dibuang.

“Saya berharap, rapat koordinasi ini menjadi gerakan inisiasi untuk meningkatkan peran seluruh pihak, dalam upaya pengurangan dan pencegahan food waste di wilayah Kabupaten Bogor,” ungkap Burhanudin.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Dia berharap, semoga upaya pengurangan dan pencegahan food waste khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dapat memperkuat ketahanan pangan.

Serta, mendukung penurunan angka prevalensi stunting, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Timbunan food waste ini menimbulkan kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan dan kehilangan zat gizi,” kata dia.

“Nasi merupakan pangan yang paling banyak dibuang, dan food waste tersebut sebenarnya masih layak untuk dikonsumsi dan dapat memenuhi kecukupan energi dan zat gizi,” tuturnya.

Burhanudin menegaskan, penanganan food waste memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Untuk itu, pemerintah bersama swasta, akademisi, komunitas, media dan masyarakat, perlu bersinergi.

Mengambil langkah dan merumuskan kebijakan dalam upaya penanganan dan pencegahan food waste.

“Untuk mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat dengan cara menjembatani antara masyarakat atau perusahaan yang berlebihan makanan, dengan yang membutuhkan,” tandasnya.

Tentunya sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, yaitu mengurangi hingga setengahnya limbah pangan per kapita global di tingkat ritel dan konsumen.

Serta mengurangi kehilangan makanan sepanjang rantai produksi dan pasokan termasuk kehilangan saat pasca panen. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================