Kondisi itu tambah parah, sejak pengerjaan proyek revitalisasi stasiun Batutulis, karena adanya pengerjaan alat berat dan memasang paku bumi di sekitar stasiun. Getaran proyek, dikatakan Ahyar, sangat terasa seperti terjadinya gempa bumi.

“Saat mengebor atau masang paku bumi ya, itu yang paling berasa getarannya dan menyebabkan banyak rumah warga retak besar. Bahkan, saking parahnya, kami suka takut kalau tidur. Takut ambruk rumah kami dan menimpa kami saat tidur. Hal ini sudah kami sampaikan juga ke pengurus di sini untuk diteruskan ke KAI atau kontraktor pelaksana proyek,” kata Ahyar.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Perkuat Sinergi dengan Kemensos, Pembangunan Sekolah Rakyat Jasinga Dikebut

Diketahui, sebelumnya dalam proyek yang menelan biaya puluhan miliar itu sempat terjadi ambrol dinding penahan tanah (TPT) di sekitar jalan mbah dalam Batutulis. Bahkan, ambrolnya TPT itu sempat menganggu lalu lintas di sekitar Batutulis.***

BACA JUGA :  8 Perilaku yang Berkaitan dengan Kemampuan Berpikir Terbatas, Bukan Sekadar Ukuran Kecerdasan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================