BOGOR-TODAY.COM – Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyebut kasus terjebaknya delapan penambang warga Kabupaten Bogor di tambang emas ilegal di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah beberapa waktu lalu bak buah simalakama.
“Ini ibarat buah simalakama, kita larang juga tidak kelihatan di lapangan, susah terdeteksi. Kalau dilarang urusan dengan perut,” kata Iwan, Kamis (3/8/2023).
Atas kasus tersebut, pihaknya meminta kepada para pekerja tambang agar dijadikan pembelajaran. Agar kedepannya tidak terjadi hal serupa akibat pekerjaan tambang ilegal yang tidak memenuhi standar operasional prosedural (SOP).
“Siapapun saya berharap dengan kejadian kemarin sudahlah yang terakhir. Jangan sampai Bogor ini yang diandalkan di daerah lain,” tutur Iwan.
Apabila sesuai dengan peraturan dan standar yang telah ditetapkan, sambung Iwan para pekerja pasti akan terjamin dan terlindungi jika terjadi kecelakaan kerja.
Menurutnya, jangan sampai para penambang ilegal itu menuntut pemerintah untuk bertanggungjawab atas perbuatan mereka yang tak sesuai SOP.
“Karena kalau sudah kejadian ini kan, kita-lah yang diminta bagaimana menyelamatkan teman-teman itu. Tapi kalau dilarang kan dia kadang-kadang tidak mau,” bebernya.
Oleh karena itu, Iwan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor membuat lapangan kerja untuk menghindari masyarakat yang di wilayah barat menjadi penambang liar
“Kalau mau kerja di tambang yang standar dan berizin gitu,” tuntasnya.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















