penyakit kucing mematikan
penyakit kucing mematikan. Foto : Freepik.com

BOGOR-TODAY.COM – Berikut ini daftar penyakit kucing mematikan yang wajib diketahui oleh pemiliknya. Sebab, saat memutuskan memelihara binatang kita juga harus berkomitmen dalam menjaga dan merawatnya, baik dalam keadaan sehat maupun sakit.

Kucing pun merupakan hewan yang bisa rentan terhadap berbagai penyakit, baik kucing rumahan maupun kucing liar.

Tentunya kucing yang dirawat di dalam rumah memiliki risiko lebih kecil karena terlindungi dari kemungkinan paparan penyakit di lingkungan luar.

Beberapa penyakit pada kucing tentu bisa dicegah dan ditangani oleh dokter hewan. Meski begitu, di antaranya juga terdapat penyakit kucing berbahaya yang harus kita waspadai.

Terdapat berbagai penyakit kucing yang mematikan dan menular dengan cepat. Penyakit pada kucing tentu bisa dicegah dengan cara melakukan vaksinasi atau imunisasi rutin, menjaga kesehatan, serta kebersihannya.

Melansir beberapa sumber, berikut 6 penyakit pada kucing mematikan yang patut diketahui para pecinta kucing.

  1. Feline Panleukopenia Virus (FPV)

Feline Panleukopenia Virus atau biasa disebut Panleu merupakan salah satu penyakit pada kucing yang paling mematikan. Penyakit mematikan pada kucing yang juga disebut feline distemper ini juga memiliki tingkat penularan yang tinggi antarkucing.

Penyebaran virus panleu bisa melalui feses, cairah tubuh, urine, atau benda-benda yang terkontaminasi. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan dan saluran usus kucing dalam waktu singkat.

Gejala panleu kucing antara lain dehidrasi, lemah, muntah, diare, demam, hilang nafsu makan, anemia, hingga depresi. Bahkan, pada anak kucing penyakit ini mengakibatkan kematian mendadak.

Kucing yang mengalami panleukopenia harus mendapat perawatan yang intensif dari dokter. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik, suntikan vitamin, dan transfusi darah.

  1. Leukemia
BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Penyakit mematikan pada kucing selanjutnya adalah feline leukemia atau leukemia. Virus penyakit pada kucing ini menyebar melalui cairan air liur dan urine.

Baik kucing dewasa maupun anak kucing dapat tertular penyakit ini. Anak kucing akan lebih mudah tertular dan bisa terinfeksi melalui induknya. Penularannya bisa melalui gigitan, benda yang terkontaminasi, plasenta induk, atau sekadar berada di lingkungan yang sama.

Gejala leukemia kucing antara lain penyakit kulit, diare, infertilitas, infeksi kandung kemih, infeksi pernapasan, dan bisa mengakibatkan penyakit kronis parah. Untuk mencegahnya, lebih baik rawatlah kucingmu di dalam ruangan saja dan jaga lingkungan senantiasa bersih.

  1. Feline Calici Virus

Felici Calici Virus atau biasa disebut calici juga merupakan penyakit mematikan kucing yang harus dihindari. Virus ini dapat menyerang pernapasan, otot, pencernaan, mulut, hingga tulang dengan cepat.

Penularan virus calici antarkucing, yaitu melalui lendir hidung, lendir mata, penggunaan litterbox dan tempat makan yang sama, hingga udara lingkungan yang sudah terkontaminasi virus. Virus ini dapat menular dengan cepat dan rentan pada kucing yang belum divaksin.

Gejala penyakit calici antara lain mata berair, gangguan pernapasan, tidak nafsu makan, luka pada mulut, dan mata berair. Pada kasus calici yang parah, penyakit inidapat menyebabkan hepatitis, pneumonia, hingga pendarahan.

  1. Feline Immunodefisiensi Virus

Dibanding yang lainnya, Feline Immunodefisiensi Virus (FIV) termasuk jenis virus yang lambat. Hampir bersifat seperti HIV pada manusia, gejalanya bisa tak terlihat setelah beberapa tahun setelah terinfeksi dan menyerang kekebalan tubuh kucing.

Penularan penyakit pada kucing ini melalui luka gigitan. Sedangkan kontak biasa seperti tempat makan atau litterbox yang berbarengan nggak memberikan risiko penularan yang signifikan.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Kucing yang tekrena FIV akan rentan terhadap penyakit, seperti radang gusi, penyakit kulit, pembesaran kelenjar getah bening, berat badan turun, anemia, diare, hingga kanker. Untuk pencegahannya, lakukanlah vaksinasi saat kucing berusia minimal 8 minggu dan jagalah di dalam rumah.

  1. Chlamydophilosis

Bagi pemilik kitten, kamu harus waspada dengan penyakit kucing mematikan ini! Bakteri Chlamydiasis biasanya mudah menyerang anak kucing yang berusia 5-12 minggu.

Anak kucing yang terkena chlamydiasis akan menunjukkan gejala demam, mata meradang, bersin-bersin, hidung berair, dan hilang nafsu makan. Infeksi mata pun dapat bertambah parah dalam dua bulan dan bisa menular ke kucing lainnya jika tak segera diobati.

Pengobata untuk penyakit pada kucing ini juga membutuhkan waktu cukup lama, yaitu 3-4 minggu. Pada kasus yang parah, jiak tak kunjung sembuh maka harus dilakukan operasi pengangkatan bola mata.

  1. Rabies

Penyakit pada kucing yang mematikan terakhir ini merupakan salah satu yang juga paling berbahaya. Rabies bahkan tak hanya dapat menular ke sesama kucing atau hewan, tapi juga manusia.

Penyebaran penyakit ini melali gigitan hewan liar yang kemudian dapat menyerang saraf. Penyakit ini bergerak cukup lambat dan dapat berkembang biak di sistem tubuh kucing selama 2-5 minggu.

Gejala rabies pada kucing antara lain berliur, demam, penurunan berat badan, perilaku aneh, konjungtivitis, kerap menguap, hingga depresi. Untuk menghindari penyakit rabies, penting bagi pemiliki kucing untuk melakukan vakisinasi dan menjaganya dari hewan liar lainnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

 

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================