Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata kekeluargaan adalah perihal (yang bersifat, atau berciri) keluarga.
Sehingga dapat disimpulkan pengertian kekeluargaan adalah sebuah rasa kepedulian yang diciptakan oleh seseorang.
Atau kelompok agar terciptanya hubungan yang bahagia, damai dan tentram seperti keluarga kita sendiri.
Bukankah jika kita dalam satu keluarga, misal anak kita terlibat narkoba, atau bapak kita korupsi atau ibu kita selingkuh, kita sebagai satu anggota keluarga akan memaafkan mereka dan membela mati-matian.
Jika perlu kita akan menyewa pengacara yang handal meski bayarnya mahal, agar minimal hukumannya ringan atau berkurang.
Kekeluargaan secara Bahasa berasal dari kata dasar keluarga, sehingga bentuk kekeluargaan adalah sikap saling percaya, kasih sayang.
Dan tentunya saling membantu sesama keluarga, meski orang tersebut bukan keluarga kandung kita sendiri.
Atau bisa juga kekeluargaan itu menyelesaikan suatu perselisihan atau masalah secara kekeluargaan, bukan secara hukum.
Misal kita ada masalah dengan seseorang, langsung kita laporkan ke pengacara dan polisi, tanpa kita selesaikan dulu dengan penuh kekeluargaan.
Terus apakah benar judul opini di atas yaitu Sudah Berkurang Sikap Kekeluargaan Bangsa Indonesia. Penulis jawab ya sudah berkurang jika kita melihat kehidupan masyarakat Indonesia dewasa ini.
Kita sering melihat adanya masalah kecil atau masalah pribadi yang ece-ece harusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, nyatanya dibawa ke ranah hukum. Hal ini sering terjadi pada kaum jet set yaitu selebritis dan public figur.
Maklum mereka banyak duit, sehingga kaum jet set ini bisa menyewa jasa pengacara yang mahal. Juga pernah terjadi.
Karena arogan ada selebritis yang tidak nyaman sewaktu diwawancara oleh wartawan, selebritis ini mengeluarkan senjata pribadinya dengan menembakkan ke atas dor…dor…ada-ada saja.
Yang runyam adalah rakyat biasa yang miskin secara ekonomi juga miskin ilmu, banyak kasus penganianyaan dan pembunuhan gara-gara hal yang sepele.
Ya gara-gara tersinggung dengan omongan teman, akibatnya emosi dan celurit melayang sehingga berakibat nyawa melayang.
Baik mulai sekarang kita biasakan untuk menyelesaikan masalah serumit apapun dengan kepala dingin dan secara kekeluargaan.
Jika perlu ajak minum kopi bareng orang yang bermasalah dengan kita…ayo kopinya kita sruput bareng-bareng kan lebih enak bro. Jayalah Indonesiaku. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















