Selain perselisihan, lanjut dia, faktor ekonomi juga tercatat menjadi alasan perceraian di Kabupaten Bogor yakni dengan 1.396 kasus.

“Kemudian ada alasan ekonomi sebanyak 1.396,” ujar dia.

Sambungnya, sebanyak 267 kasus perceraian lantaran meninggalkan salah satu pihak. Disusul dengan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 35 kasus.***

BACA JUGA :  Laba Pupuk Indonesia Melonjak 253 Persen, Transformasi Bisnis Dinilai Mendorong Kinerja Positif

Penulis  : Mutia Dheza Cantika

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================