Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Janji Akan Kawal Realisasi Pembangunan SMPN 4 Citeureup

Pembangunan SMPN 4 Citeureup
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto. Foto : Mutia/bogor-today.com

BOGOR-TODAY.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor berjanji akan mengawal realisasi pembangunan SMPN 4 Citeureup yang tengah terjadi polemik lahan.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, permasalahan lokasi pembangunan SMPN 04 Citeureup di Desa Leuwinutug tak perlu dijadikan soal.

Menurutnya, yang terpenting untuk menyelesaikan masalah itu adalah mewakili masyarakat dalam terwujudnya pembangunan SMPN 4 Citeureup di Desa Leuwinutug.

“Bicara lokasinya mau disebelah manapun buat kami tidak jadi soal, yang terpenting aspirasi kami sampaikan dan mewakili representasi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya kecamatan Citeureup,” kata Rudy, Jum’at (18/8/2023).

Usulan pembangunan SMPN 4 Citeureup di Desa Leuwinutug juga sudah sedari awal telah didukung oleh seluruh kepala desa di Kecamatan Citeureup.

BACA JUGA :  Sambut Liburan Sekolah, Swiss-Belresort Dago Bandung Luncurkan Program SBEC Juniors dan Maskot Baru 'Bella

“Kemudian, didukung oleh beberapa tokoh masyarakat kami usulkan di 2020 difokuskan di 2021. Namun, karena Covid-19, di 2022 kita fokuskan kembali, 2023 kami anggarkan kembali dan sampai bulan agustus pun belum terselesaikan,” papar dia.

Namun, kata dia, polemik lahan SMPN 4 Citeureup malah semakin menjadi-jadi. Pihaknya pun bertanya-tanya apakah ada kepentingan dalam realisasi pembangunan SMPN 04 Citeureup ini.

“Pada saat hari ini jadi permasalahan yang lebih besar ini punya kepentingan apa?. Kita mau buat sekolah, bukan bikin cafe, bukan bikin tempat hiburan, bukan bikin objek wisata,” tegas dia.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Disamping realisasi SMPN 4 Citeureup, lanjut Rudy, pihaknya juga akan mendorong SMPN di Pabuaran Cibinong yang merupakan usulan dan aspirasi masyarakat di daerah tersebut sejak 2020 lalu.

“Kita mengusulkan sejak 2020, kenapa harus dibuat kajian dulu, karena kita hari ini menggunakan sistem pendidikan zonasi. Kenapa di Pabuaran harus ada sekolah, karena bicara zonasi sekolah paling dekat adanya di jalan Moyor Oking di keluarahan Ciriung yang kedua di Pondok Rajeg,” terangnya.***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================