
Tak berhenti di situ, penelusuran dilanjutkan ke hulunya lagi yaitu di jembatan Cikuda, Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Hasilnya juga sama, air sungai Cileungsi berwarna hitam, bau dan tidak ada aktivitas masyarakat di sungai.
Lalu, di Jembatan Wika, Tlajung Udik, perbatasan Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, penampakan air relatif bersih, tidak hitam dan terdapat aktivitas warga yang memancing bahkan mandi di sungai.
“Dari hasil penelusuran tersebut secara kasat mata bisa diduga titik- titik mana terjadinya pencemaran sungai Cileungsi,” katanya.
Setelah melakukan penelusuran itu, Puarman menyebut, pengawasan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah ternyata tidak efektif untuk mencegah pencemaran sungai Cileungsi yang diduga bekas dari limbah industri.
“Kini saatnya melakukan penindakan yang tegas, tutup pabriknya dan pidanakan pelakunya, agar ada efek jera,” tegas dia.
Ia menambahkan, pencemaran sungai Cileungsi sendiri sudah sering kali berulang bahkan lebih sejak lima tahun kebelakang hingga membuat masyarakat menderita dan dirugikan oleh pencemaran sungai Cileungsi ini.
“Semoga pihak terkait yang diberikan kewenangan terhadap pencemaran sungai Cileungsi, bisa segera bertindak tegas,” tutupnya.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















