
Hal itu merupakan langkah konkret dalam perang melawan human trafficking sepertj melalui kerjasama, pendidikan, dan aksi nyata.
“Garda Bajaga memiliki potensi untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman itu,” tuturnya.
Ia menilai, bahwa pencegahan human trafficking merupakan tanggung jawab bersama masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga terkait. Dengan hadirnya Garda Bajaga di desa adalah langkah positif dalam mengatasi masalah serius itu.
“Garda Bajaga, sebagai kelompok masyarakat yang peduli, dapat memainkan peran penting dalam mencegah pelaku pencari korban semakin leluasa bergerak di desa-desa,” terangnya.
Pandangan ini menggarisbawahi pentingnya tindakan cepat dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam merespons gagasan Fransiscus Go terkait pembentukan Garda Bajaga untuk melawan Human Trafficking di desa-desa.
‘Perlindungan masyarakat di tingkat akar rumput sangatlah penting, dan inisiatif seperti ini bisa menjadi langkah konkret untuk melibatkan warga dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah serius seperti perdagangan manusia,” katanya.
Dengan mendukung gagasan ini, pemerintah dapat memperlihatkan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ini.
“Tidak diragukan lagi bahwa dukungan terhadap Fransiscus Go akan menjadi langkah penting dalam memerangi perdagangan manusia dan melindungi potensi masyarakat setempat,” tuntasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















