Bogor Innovation Award, Bima Arya : Inovasi Memberikan Manfaat, Lahirkan Generasi Inovatif

Pada kategori SMP dan MTS/sederajat Juara 1 diraih oleh SMPN 10 dengan inovasi Tissue Pereda Demam Choedamam dan Salep Kulit Choerocen. Pada kategori SMA dan MA/sederajat inovasi juara 1 diraih SMKN 4 dengan inovasi Smart Trash.

Kategori perguruan tinggi, lembaga dan pelaku usaha, Disdukcapil Kota Bogor dengan Layanan 3 in 1 SMS mendapat juara 1. Kategori masyarakat, inovasi Pasar Dongko meraih juara 1 dan pada pada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) juara 1 diraih oleh inovasi Posyandu Remaja dalam Perspektif Society (Posrem) 5.0.

Inovasi Tissue Pereda Demam Choedamam dan Salep Kulit Choerocen merupakan pereda demam untuk penanganan awal penderita panas dan demam, kemudian  salep kulit untuk menghilangkan bekas luka, flek hitam, beruntusan, jerawat dan biang keringat tanpa efek samping apapun berbahan dasar cocor bebek.

Inovasi Posyandu Remaja dalam Perspektif Society (Posrem) 5.0 merupakan inovasi posyandu remaja.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Inovator BIA 2023, Widia Mijtiawati yang juga Perawat PP Ausrem (anak usia sekolah dan remaja) Gang Aut mengatakan bahwa posyandu yang identik dengan anak-anak dan lansia kini juga bergerak untuk remaja.

“Kami datang dengan target remaja untuk menghindarkan anak-anak, remaja dan menanggulangi anak-anak, remaja yang merokok, minum-minuman keras dan infeksi seksual. Kenapa kami ambil konsep ini ? karena kami akan menjaring remaja dan mengedukasi remaja tersebut agar melakukan pencegahan,” katanya.

Tak hanya itu, inovasi ini juga memiliki manfaat untuk penanganan dan mencegah stunting. Dari 70 posyandu remaja di Kota Bogor, teknologi ini sudah diterapkan di tiga lokus Kelurahan Gudang dan Kelurahan Paledang.

“Dengan adanya efektifitasnya sangat membantu sekali. Karena kita tahu generasi saat ini mudah galau. Sehingga dengan adanya teknologi ini mereka termotivasi untuk sharing melalui posyandu di wilayah masing-masing. Alhamdulillah saat ini sudah menjangkau 324 remaja yang kita screening dan dari hasil evaluasi hasilnya memuaskan,” katanya.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Inovasi Smart Trash karya SMKN 4 oleh Muhamad Faisal dan Sayid Arya membuat edukasi untuk anak-anak diajarkan mencintai lingkungan sejak dini.

“Smart trash tempat sampah pintar atau alat  sarana edukasi untuk anak PAUD dan juga TK agar mereka tertarik membuang sampah pada tempatnya. Jadi ada berbagai fitur ketika seseorang akan membuang sampah, maka tempat sampahnya akan terbuka sendiri dan akan mengeluarkan suara terima kasih,” katanya.

Ia berharap dengan teknologi ini bisa melahirkan generasi cinta lingkungan yang diedukasi sejak dini.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================