BOGOR-TODAY.COM – Dalam upaya mendorong inovasi pada sektor UMKM, mahasiswa dari KKN Kelompok 45 Universitas Ibn Khaldun Bogor telah mengadakan acara sosialisasi yang bertemakan “Meningkatkan Pemasaran Produk Sikat Kawat UMKM melalui Media Sosial di Kampung Singkup” Rabu, (30/8/2023).

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua RT 02, Kampung Singkup, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan dihadiri oleh Ketua RW 04, Ketua RT 02, pemilik usaha sikat kawat, serta sejumlah pengrajin sikat kawat dan warga setempat.

Sosialisasi ini dipicu oleh fakta bahwa banyak penduduk di RW 04 merupakan pengrajin sikat kawat, dengan sejarah usaha ini yang telah ada selama bertahun-tahun.

Ketua RW 04, Indra Hidayat, menjelaskan bahwa produksi sikat kawat telah menjadi bagian dari tradisi keluarga mereka selama lebih dari setengah abad.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

“Usaha produksi sikat kawat di sini telah menjadi warisan turun-temurun, bahkan sudah ada sejak saya masih kecil,” ungkap Indra.

Namun demikian, Indra juga mengungkapkan bahwa usaha ini masih bersifat individual dan hanya beberapa orang yang melakukan pemasaran secara konvensional.

“Kebanyakan usaha sikat kawat dijalankan secara perorangan, hanya beberapa orang yang dapat melakukan pemasaran langsung. Mereka masih mengandalkan metode transaksi konvensional, baik pembelian langsung di tempat maupun pemesanan,” tambahnya.

Amiah, yang juga merupakan istri dari pemilik usaha sikat kawat, menyoroti bahwa usaha ini belum memiliki merek dan logo sendiri.

“Sampai saat ini, kami belum memiliki merek atau logo untuk usaha ini,” ungkap Amiah.

Oleh karena itu, Ketua Kelompok KKN 45 UIKA, Muhammad Fazri Mahdana, menjelaskan bahwa para mahasiswa KKN Kelompok 45 berinisiatif untuk mengadakan sosialisasi dengan tujuan memberikan identitas merek, logo, dan kehadiran di media sosial bagi usaha sikat kawat ini.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Dengan demikian, diharapkan usaha sikat kawat ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas di berbagai daerah.

“Kegiatan sosialisasi hari ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep digitalisasi guna memperluas jangkauan pemasaran UMKM sikat kawat, meningkatkan pemahaman tentang produk dan kualitasnya, serta meningkatkan penjualan,” kata Fazri.

Fazri berharap bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini, mereka dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa lain di berbagai daerah untuk ikut serta dalam membantu mengembangkan UMKM di lingkungan mereka masing-masing. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================