
Australia juga mengambil tindakan tegas dengan hanya membuat vape sesuai resep dokter, mengurangi kandungan nikotinnya, dan membatasi rasa.
Di Selandia Baru, langkah serupa diambil dengan melarang sebagian besar vape sekali pakai dan membatasi pemasarannya terhadap anak-anak. Selain itu, pemerintah juga melarang keberadaan toko vape di dekat sekolah dan mewajibkan deskripsi rasa yang umum pada rokok elektrik tersebut.
Peraturan tersebut, yang mulai berlaku pada Agustus, dirancang untuk melanjutkan penjualan rokok sekali pakai bagi mereka yang menggunakannya sebagai transisi untuk berhenti merokok.
Penelitian di Irlandia menunjukkan bahwa remaja yang menggunakan rokok elektrik memiliki kemungkinan lima kali lebih besar untuk mulai merokok dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Tahun ini, Menteri Kesehatan Perancis Francois Braun mengatakan, meskipun pemerintah tidak memiliki mayoritas di parlemen, para menteri akan bekerja sama dengan anggota parlemen untuk mencapai kesepakatan mengenai larangan tersebut.
Braun mengatakan undang-undang tersebut dapat disahkan sebelum akhir tahun ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















