Kebakaran Hebat Hanguskan Lahan Kosong 130 Ha Milik Kilang Minyak Pertamina Tuban

Kebakaran Hebat Hanguskan Lahan Kosong 130 Ha Milik Kilang Minyak Pertamina Tuban

BOGOR-TODAY.COM – Telah terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan lahan kosong seluas kurang lebih 130 hektare (ha) milik kilang minyak Pertamina Tuban di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu.

Karena banyak ranting kering dan tumpukan kayu jati kering, api berkobar cukup besar dan cepat merambat. Kebakaran terjadi sejak Senin (4/9/2023) siang hingga malam hari.

Terlihat, api begitu cepat meluas karena membakar semak-semak, pepohonan hingga bongkahan kayu jati bekas tebangan yang tergeletak di lokasi.

Kobaran api juga cepat membesar lantaran tiupan angin yang sangat kencang. Situasi ini membuat petugas pemadam harus bekerja ekstra menangani si jago merah.

BACA JUGA :  Fajar/Fikri Tantang Wakil Korea di Final Singapore Open 2026

Untuk mengatasi kebakaran di lahan milik kilang minyak tersebut, pihak pemadam kebakaran Tuban telah menerjunkan seluruh personel dan enam armada mobil pemadam kebakaran. Bantuan pemadam kebakaran juga didatangkan dari sejumlah perusahaan dan juga dari Bojonegoro dan Lamongan.

Meski begitu, luasnya lahan yang terbakar membuat petugas kewalahan. Kerena itu mereka meminta bantuan kepada PLN Power Nusantara, TPPI, Pemdes Socorejo, PT Solusi Bangun Indonesia, hingga BPBD dan relawan damkar untuk memadamkan kobaran api.

Penyebab kebakaran hebat tersebut belum diketahui. Saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pihak kilang minyak Pertamina Tuban. Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Gunadi.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

“Itu kebakarannya sangat luas. Banyak kayu-kayu. Ada puluhan mobil pemadam dari tim gabungan yang melakukan upaya pemadaman,” katanya.

Atas kebakaran ini, pihaknya mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membakar lahan sembarangan. Apalagi, kondisi musim kemarau dan angin kencang.

“Jika terpaksa harus dibakar, harus ditunggu agar tidak meluas ke mana-mana,” katanya. (NET*)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================