Dunia Sedang Tidak Baik, IPB Ditantang Jokowi Cegah Krisis Pangan di Indonesia

“Perang Ukraina yang berkepanjangan tidak selesai-selesai. Saat itu, saya ingat, saya bertemu dengan Presiden Zelensky di Kiev, Ukraina, saya diskusi 2,5 jam dengan Zelensky. Beliau menyampaikan di Ukraina itu ada 77 juta ton wheat, gandum yang tidak bisa keluar untuk diekspor, biasanya masuk ke Afrika, ke Asia, 77 juta ton berhenti karena Pelabuhan Odessa diblok oleh Rusia” ucap dia.

“Dari Ukraina, saya ke Rusia, bicara dengan Presiden Putin, 3 jam saya berbicara, akhirnya saya keluar lagi angka. ‘Presiden Jokowi, di Rusia ini ada 130 juta ton gandum berhenti’. Artinya, ada total 207 juta ton gandum berhenti, di Ukraina dan di Rusia,” sambungnya.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Akibatnya, negara yang biasa mengimpor gandum dari Ukraina dan Rusia menjadi kesulitan pangan. Sehingga, terjadi kenaikan harga pangan di sejumlah negara.

“Terus kalau berhenti, yang biasanya diekspor makan apa? Itu lah konteks geopolitik yang berhubungan dengan krisis pangan. Di Eropa harga gandum naik, di Afrika harga gandum naik, di Asia gandum naik. Kita semuanya rakyat lah yang dirugikan,” kata dia.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Jokowi mengatakan, kesulitan semakin nyata ketika 19 negara mulai membatasi untuk eskpor pangan. Salah satunya India yang menghentikan eskpor beras.

“Ditambah lagi kemudian 19 negara sudah membatasi ekspor pangan, mnyelamatkan rakyatnya sendiri-sendiri. India baru saja setop ekspor beras. Akibatnya, harga beras naik di semua negara. kita mau memperbesar cadangan strategis beras kita, mau impor juga barangnya sulit didapatkan,” ucap Jokowi.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================