profil proyek Rempang Eco City

BOGOR-TODAY.COM – Berikut profil proyek Rempang Eco City yang saat ini tengah menjadi perbincangan hangat karena mendapat penolakan dari komunitas adat di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelumnya, ribuan penduduk dari 16 kampung adat di Rempang menolak relokasi mereka akibat rencana pembangunan Rempang Eco City. Penolakan tersebut memuncak dalam bentrokan antara warga dan aparat keamanan gabungan pada Kamis, 7 September 2023.

Profil Proyek Rempang Eco City

Proyek Rempang Eco City adalah inisiatif pengembangan Pulau Rempang di Kota Batam. Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2023, sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 yang mengubah Daftar Proyek Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021.

BACA JUGA :  Data Janda Kabupaten Bogor Masih Misteri, Permohonan Wartawan Tak Kunjung Dijawab

Pengembangan Pulau Rempang adalah hasil kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) serta Pemerintah Kota Batam bersama PT Makmur Elok Graga (MEG), yang merupakan anak perusahaan dari kelompok usaha Artha Graha, yang didirikan oleh Tomy Winata.

Menurut informasi dari laman BP Batam, proyek Rempang Eco City akan dilaksanakan di atas lahan seluas 7.572 hektar, yang setara dengan sekitar 45,89 persen dari total luas Pulau Rempang sebesar 16.500 hektar.

BACA JUGA :  APDESI Kabupaten Bogor Kerahkan Kades Genjot Penerimaan Pajak Daerah

Pengembangan kawasan ekonomi ini mencakup beragam sektor, termasuk industri, perdagangan, serta pariwisata yang terintegrasi, bertujuan untuk bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

BP Batam memperkirakan bahwa proyek Rempang Eco City akan memerlukan investasi sebesar Rp381 triliun dan akan menciptakan lapangan kerja bagi 306 ribu tenaga kerja hingga tahun 2080. Harapannya, proyek ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi setempat.

Hingga saat ini, total investasi untuk pengembangan Kawasan Eco City Rempang Batam mencapai Rp43 triliun.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================