
Selain itu, para demonstran juga merusak fasilitas dan membakar beberapa bangunan perusahaan.
Bupati Pohuwato, Saipul A Mbuinga, mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas pemerintah rusak akibat tindakan massa tersebut. Di antaranya adalah kantor bupati, kantor DPRD Pohuwato, dan rumah dinas bupati.
“Yang rusak adalah kantor bupati, kantor DPRD, dan rumah dinas. Kantor bupati saat ini sudah tidak bisa digunakan. Semua dokumen penting telah hancur terbakar, dan kami akan berusaha mempercepat perbaikan kantor bupati,” kata Saipul A Mbuinga.
Aksi anarkistis ini merupakan hasil dari kekecewaan para penambang terhadap Bupati Pohuwato, Saipul A Mbuinga, yang dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah lahan yang dikuasai oleh Pani Gold Project.
Mereka menekan perusahaan tersebut untuk segera membayar ganti rugi atas lahan tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















