Kolaborasi Tangani Sampah dari Hulu ke Hilir, Ciptakan Green Economy

“Jadi sampah ini adalah masalah. Tapi jika diolah dan dikelola, punya konsep kolaborasi, maka akan menjadi berkah,” katanya.

Untuk tahap awal ini kapasitas TPS3R Mekarwangi bisa mengolah 800 kilogram hingga 1 ton sampah perhari.

Namun, jumlah itu bisa ditingkatkan ketika ada permintaan terhadap produk yang sudah dihasilkan oleh TPS3R.

Ketua Satgas Naturalisasi Ciliwung Kota Bogor, Een Irawan Putra mengatakan, TPS3R Mekarwangi ini merupakan estafet terakhir atau tahapan akhir dari proses pengelolaan sampah dari pemukiman, khususnya di setiap RT yang didampingi oleh Satgas Naturalisasi Ciliwung.

Karena Satgas juga bertugas untuk melakukan sosialisasi mengenai lingkungan dan mengedukasi warga, sehingga ada perubahan perilaku terhadap warga yang mendapat pendampingan dari satgas.

“Karena kan secara nasional 2030 kan targetnya sudah tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA. Nah kita harus cari solusi sampah-sampah yang sudah terpilah dari pemukiman itu. Khususnya sampah plastik yang sekarang kita olah jadi sebuah produk,” ujarnya.

BACA JUGA :  Cegah Longsor di Trase Baru Batutulis, Wali Kota Bogor Siapkan Skema Penanaman Pohon Penahan Tebing

Untuk tahap awal ini TPS3R yang sudah menghasilkan berupa papan plastik yang bisa digunakan untuk furniture atau dekorasi dalam ruangan dan balok yang juga bisa menjadi kontruksi produk sudah melakukan MoU antara PT Jauhar Hidro Mekatron dengan Rekam Nusantara Foundation untuk pembelian produk dari TPS3R Mekarwangi sebagai bahan utama untuk pembuatan sumur resapan.

“Nah jadi plastik di sini diolah sampai diubah menjadi papan sama balok ya. Nah setelah ini akan digunakan untuk membangun konstruksi sumur resapan. Ke depan bisa juga jadi paving block, furniture,” katanya.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Hilirisasi di TPS3R ini lanjut Een merupakan proses akhir dari ekosistem yang dibentuk di pemukiman di satu RT yang kemudian merubah prilaku warga.

“Ada 60 RT yang didampingi oleh Satgas Naturalisasi Ciliwung. Nah, setelah RT yang didampingi itu warganya sudah berubah perilakunya sehingga mau memilah sampah. Setelah dipilah dari rumah sampah itu tidak dibuang ke TPA tapi kita bawa ke sini. Kapasitas disini 1 hari bisa mengelola 800 kilogram hingga 1 ton sampah plastik,” katanya.

Dalam ujicoba itu juga diperlihatkan berbagai cetakan hasil olahan sampah plastik berupa gelas plastik, tutup plastik, papan plastik, hiasan plastik dan sebagainya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================