
“Saya pernah menyaksikan perdebatan tentang menghitung apalah artificial intelligence ini akan membuat manusia punah atau membuat manusia berjaya. Itu seperti mata koin yang bisa hancur, bisa bagus, bermanfaat, bisa mudharat,” katanya.
Selain itu Bima Arya juga berpesan agar para mahasiswa terus menjaga demokrasi dan otonomi daerah.
“Adanya pemimpin-pemimpin bangsa, pemimpin hebat di daerah yang menjadikan level ekonomi daerah-daerah maju dan berkembang pesat itu karena adanya mereka (pemimpin daerah). Mereka ada karena otonomi daerah. Otonomi daerah hilang, demokrasi hilang, maka kita akan kembali kepada masa lalu,” ujarnya.
Di akhir paparannya Bima Arya menyampaikan tentang kompetensi dan karakter yang juga harus dimiliki. Namun yang paling penting adalah membangun dan menjaga karakter.
“Kompetensi itu hanya 30 persen saja, 70 persen lainnya adalah karakter, percuma cemerlang, visioner, IPK tinggi tapi suka khianat, tidak mau tahu, letoy, tidak jujur, menghalalkan segala cara, individualis, soliter. Nggak bisa seperti itu. Sejarah mencatat pemimpin besar itu pemimpin yang berkarakter,” katanya.
Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori menegaskan, HMI Kota Bogor siap menjadi generasi emas Indonesia
“Dari kaderisasi ini, proses yang kami alami tidak lepas dari persoalan bangsa hari ini. Saat ini kita dihadapkan dengan momentum bonus demokrasi yang memang harus kita raih peluang itu. Dan yang mengikuti kegiatan ini rata-rata generasi Gen Z yang sekitar lahir 2004,” ujarnya.
Generasi Gen Z ini lanjutnya, harus juga membuka mata terkait persoalan yang dihadapkan bangsa, termasuk mengenai lingkungan hidup.
“Untuk itu kita juga harus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri. Membentuk manusia beriman, berilmu dan mampu menjalankan tugas kemanusiaan, tugas kemanusian dengan beramal dengan menuntaskan persoalan-persoalan untuk progres kedepan merebut bonus demokrasi. Isu lingkungan ini juga termasuk yang kita sikapi dan kita terus mendorong pemerintah untuk memiliki komitmen dan seluruh stakeholder baik masyarakat itu sendiri untuk andil dalam perbaikan lingkungan. Kita juga minta pemerintah tegas menjalankan regulasi, reward and punishment kepada mereka penyumbang polusi udara dan juga pencemaran lingkungan, termasuk mengenai persoalan dan pengolahan sampah,” katanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















