
Mayoritas dari mereka adalah nelayan, tetapi seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sebagian warga juga tertarik untuk terlibat dalam sektor pariwisata.
Maratua memiliki beberapa resor dan cottage yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, seperti Maratua Paradise Resort, Pratasaba di Payung-payung, Green Nirvana di Jalan Bayur, Payung-Payung, Borneo Cottage di Teluk Harapan, Noah Maratua Resort, Teluk Harapan Bohe Bukut, dan Virgin Cocoa Island.
Selain itu, ada juga homestay yang dimiliki oleh penduduk setempat. Bahkan, Pemerintah Negara Seychelles di Afrika telah menyatakan minat untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengembangkan pariwisata di Maratua, khususnya dalam hal penyediaan listrik tenaga surya, sanitasi, pengelolaan sampah, dan rumah kaca senilai Rp50 miliar.
Saat ini, Maratua terus mengalami perkembangan, didukung oleh kehadiran Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb dan Bandara Maratua.
Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter, dengan kapasitas terminal untuk 36.000 penumpang per tahun.
Selain itu, beberapa tahun yang lalu, jalan darat Tanjung Redeb-Tanjung Batu juga telah dibangun, serta pelabuhan air khusus wisata di Tanjung Redeb. Dari pelabuhan ini, perjalanan dengan speedboat ke Maratua memerlukan waktu sekitar 3 jam. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















