
BOGOR-TODAY.COM – Maratua adalah salah satu pulau terluar di Kalimantan Timur, yang terletak dalam gugusan Kepulauan Derawan dan berbatasan dengan Filipina Selatan dan Sabah, Malaysia Timur.
Selama bertahun-tahun, Maratua telah dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang mempesona, menawarkan pantai berpasir putih, beragam biota laut termasuk berbagai jenis ikan, penyu, serta terumbu karang yang indah di bawah laut.
Pulau ini juga dikelilingi oleh hutan bakau, mangrove, dan pohon kelapa yang menghiasi pesisirnya.
Pengunjung yang pernah mengunjungi Maratua pasti akan terkesan dan memuji keindahannya. Mereka sering mengatakan bahwa Maratua tidak kalah cantik dan unik dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
Keindahan pantai dengan pasir putih, air yang jernih dengan beragam ikan, seperti ikan Baracuda dan Penyu Sisik Hijau, serta keunikan buah sukun berduri, semuanya meninggalkan kenangan yang tak terlupakan.
Karena itu, banyak wisatawan yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di pulau ini. Luas daratan Maratua adalah 384,36 km2 dengan laut seluas 3.735,18 km2.
Melansir laman kaltimprov.go.id, Kamis (28/9/2023) Sekretaris Camat setempat, Ariyanto, sekitar 3.600 penduduk tinggal di pulau ini, terdiri dari sekitar 900 Kepala Keluarga.
Mereka terdiri dari suku laut Bajau yang telah tinggal di sini selama berabad-abad, serta pendatang dari berbagai daerah di dalam dan di luar Kalimantan Timur.
Mayoritas dari mereka adalah nelayan, tetapi seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sebagian warga juga tertarik untuk terlibat dalam sektor pariwisata.
Maratua memiliki beberapa resor dan cottage yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, seperti Maratua Paradise Resort, Pratasaba di Payung-payung, Green Nirvana di Jalan Bayur, Payung-Payung, Borneo Cottage di Teluk Harapan, Noah Maratua Resort, Teluk Harapan Bohe Bukut, dan Virgin Cocoa Island.
Selain itu, ada juga homestay yang dimiliki oleh penduduk setempat. Bahkan, Pemerintah Negara Seychelles di Afrika telah menyatakan minat untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengembangkan pariwisata di Maratua, khususnya dalam hal penyediaan listrik tenaga surya, sanitasi, pengelolaan sampah, dan rumah kaca senilai Rp50 miliar.
Saat ini, Maratua terus mengalami perkembangan, didukung oleh kehadiran Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb dan Bandara Maratua.
Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter, dengan kapasitas terminal untuk 36.000 penumpang per tahun.
Selain itu, beberapa tahun yang lalu, jalan darat Tanjung Redeb-Tanjung Batu juga telah dibangun, serta pelabuhan air khusus wisata di Tanjung Redeb. Dari pelabuhan ini, perjalanan dengan speedboat ke Maratua memerlukan waktu sekitar 3 jam. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















