
“Sementara ini, kami menduga bahwa keracunan massal yang dialami oleh puluhan siswa ini disebabkan oleh jajanan anak-anak yang tersedia di area sekolah, yaitu jajanan cimin yang terbuat dari aci dan ditaburi dengan bumbu pedas,” katanya.
Sementara itu, Camat Saguling, Kemal Adhiyaksa, menjelaskan bahwa peristiwa keracunan ini berawal saat para siswa SDN 3 Jati mengeluhkan gejala seperti mual, diare, pusing, demam, dan muntah-muntah secara bersamaan. Gejala-gejala ini muncul setelah mereka mengonsumsi jajanan di sekolah pada Selasa (26/9/2023) lalu.
Kemal menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan puskesmas dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan pelayanan pasien ini ditangani secara maksimal dan untuk mengurangi kendala-kendala yang ada.
Selain itu, mereka juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan uji laboratorium pada sampel makanan.
Kemal berharap agar jumlah korban tidak bertambah dan terus berdoa untuk kondisi para korban keracunan massal yang masih dalam perawatan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















