Penipu kerap memanfaatkan popularitas produk tertentu, termasuk WormGPT. Di darknet dan saluran Telegram ilegal, peneliti Kaspersky menemukan situs dan iklan yang menawarkan akses ilegal ke alat AI berbahaya ini, tampaknya sebagai situs phishing.

Situs-situs ini bervariasi dalam berbagai aspek, termasuk desain dan harga yang berbeda. Metode pembayaran yang digunakan juga beragam, mulai dari aset kripto hingga kartu kredit dan transfer bank. Mereka sering mengiklankan versi uji coba, tetapi akses sebenarnya hanya diberikan setelah pembayaran.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

“Pada web gelap, identifikasi sumber daya berbahaya menjadi tugas yang sulit. Namun, ada bukti tidak langsung yang menunjukkan bahwa situs ini adalah situs phishing. Ini menggarisbawahi popularitas alat AI berbahaya ini di kalangan penjahat siber, yang semakin membutuhkan solusi keamanan siber yang dapat diandalkan,” ujar peneliti Kaspersky Alisa Kulishenko dalam keterangan resminya, Jumat (29/9/2023).

Untuk melindungi diri dari ancaman WormGPT, berikut langkah yang harus dilakukan.

  1. Gunakan layanan intelijen ancaman untuk membantu analis keamanan melacak aktivitas musuh di sumber daya perusahaan dan mengidentifikasi potensi vektor serangan.
  2. Pilih solusi keamanan titik akhir terpercaya, yang dilengkapi dengan deteksi perilaku, dan kontrol anomali untuk melindungi terhadap ancaman yang dikenal atau tidak dikenal.
  3. Pilih layanan khusus keamanan untuk membantu mengidentifikasi, menghentikan intrusi pada tahap awal, dan melindungi infrastruktur dari serangan serupa di masa mendatang. ***
BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================