
Batik kemudian terus berkembang, termasuk pada masa penyebaran agama Islam. Teknik pencelupan lilin di daerah Ponorogo, Jawa Timur, berkaitan dengan perkembangan agama Islam. Pada saat itu, seni batik masih terbatas di lingkungan keraton. Setelah seorang putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri dan diboyong ke Tegalsari bersama para pengiringnya, batik keluar dari keraton dan menyebar ke Ponorogo.
Batik Ponorogo terus berkembang hingga diperkenalkannya batik cap. Ini terjadi setelah Perang Dunia Pertama. Batik cap diperkenalkan oleh orang Tiongkok bernama Kwee Seng dari Banyumas.
Di Indonesia, sudah menjadi kebiasaan untuk mengenakan batik pada saat–saat tertentu. Ada berbagai jenis batik di Indonesia. Dimulai dengan batik dari tiga negeri, yang dikelompokkan berdasarkan daerah pembuatannya, yaitu Lasem, Solo dan Pekalongan.
Jenis batik Indonesia yang terkenal antara lain Batik Tujuh Rupa, Batik Parangkusumo, Batik Singa Barong, Batik Cap Kombinasi Tulis, Batik Tambal Yogyakarta, dan Batik Mega Mendung Cirebon, Batik Terang Bulan, dan Batik Sekar Jagad Solo Yogyakarta.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















