
BOGOR-TODAY.COM – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor masih memiliki cadangan sebanyak 298 ton beras sebagai langkah antisipasi terhadap bantuan dalam situasi bencana alam bagi warga di Bumi Tegar Beriman yang terimbas.
“Kami masih memiliki stok sebanyak 298 ton beras yang dapat digunakan dalam keadaan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran, atau dampak dari puting beliung,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Asep Mulyana, kepada wartawan, Rabu, (11/10/2023).
Asep menjelaskan bahwa ketersediaan bahan pangan ini sedang dalam tahap pemeriksaan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk memastikan kualitas beras tersebut.
“Tersedia tim dari UPT yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap kualitas bahan pangan, khususnya beras yang akan didistribusikan,” tambah Asep.
Meskipun harga beras tengah meningkat, pihaknya tengah berusaha mengkaji kualitas bahan dasar ini dan memastikan kesesuaian dengan standar yang akan dipasarkan.
“Saat ini harga beras meningkat, namun kami sedang melakukan penelusuran dan evaluasi untuk memeriksa apakah kualitas beras tersebut masih memenuhi standar atau tidak,” jelasnya.
Ia juga mendukung ide mengganti beras dengan sumber karbohidrat lain seperti umbi-umbian, meskipun persediaan bahan pangan tersebut tetap disiapkan untuk bantuan dalam situasi bencana alam.
“Kami sepakat dengan saran tersebut, karena dengan harga beras yang tinggi, kami harus mempertimbangkan opsi lain seperti singkong, ubi jalar, dan pilihan sumber karbohidrat lainnya,” katanya.
Selain itu, beberapa desa di Kabupaten Bogor telah mengalokasikan 20 persen dari dana ketahanan pangan untuk membantu petani dalam menanam sorgum, sebagai upaya antisipasi terhadap gagal panen.
Dalam prinsipnya, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor akan selalu siap untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.
“Kami akan turun tangan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dalam pemenuhan kebutuhan pangan mereka,” pungkasnya. ***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















