“Sebagian besar pelanggan datang dari Mataram, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Jika mereka berkunjung ke Mandalika, pasti mereka mampir ke warung saya. Mereka datang sendiri dan membawa teman serta keluarganya. Itulah yang membuat warung saya selalu ramai,” katanya.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap kuliner Bu Lian, ia memutuskan untuk memberdayakan masyarakat sekitar dengan menggaji 15 karyawan untuk membantunya dalam berjualan dan menghidangkan ayam kampung bakar.

“Awalnya, saya berjualan sendirian, tetapi sekarang saya memiliki 15 karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Etika Sandaran Tangan di Pesawat: Siapa yang Lebih Berhak, Penumpang Tengah atau Samping?

Warung makan ini menawarkan satu porsi ayam kampung bakar dengan harga berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 80.000, tergantung pada ukuran ayam yang dipesan. Ayam bakar biasanya disajikan dengan tempe, tahu, terong goreng, sayur kelor, dan jagung bening. Salah satu keunggulan warung makan ini yang sangat diminati oleh pelanggan adalah sambal cocol super pedas khas Sasak Lombok.

Seorang pengunjung bernama Enis mengungkapkan bahwa ayam kampung bakar di warung makan Bu Lian telah menjadi makanan favoritnya saat berkunjung ke Mandalika atau setelah menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok.

BACA JUGA :  Kebiasaan Penumpang yang Kerap Membuat Pramugari Kesal, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

“Saya sering mengunjungi warung ini karena ayam bakarnya memiliki cita rasa yang sangat khas. Sambalnya juga lezat. Sulit untuk menemukan yang sebanding di tempat lain. Jadi, ketika saya berada di Kuta Mandalika atau menonton MotoGP, saya pasti mampir ke sini, meskipun harus muter, saya dengan senang hati datang ke sini,” tuntasnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================