Adobe menjelaskan bahwa Project Primrose menggunakan tekstil yang dapat dikenakan, fleksibel, dan tidak memancarkan emisi. Ini memungkinkan seluruh permukaan untuk menampilkan konten yang dibuat dengan perangkat Adobe seperti Adobe Stock, After Effects, Firefly, dan Illustrator.

Selain memberikan desainer dan seniman kesempatan untuk menciptakan pola interaktif baru, konsep ini juga membawa pengalaman baru bagi konsumen dalam berinteraksi dengan dunia mode dan sekitarnya.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

Proyek ini merupakan gabungan antara minat Dierk dalam teknologi dan mode. Dierk memiliki gelar Ph.D. dalam Ilmu Komputer dari U.C. Berkeley dan memiliki pengalaman yang luas dalam mengembangkan teknologi yang dapat dikenakan (wearable technology).

Dia juga merupakan seorang penjahit berbakat yang senang bekerja dengan berbagai bahan dan pola untuk menciptakan desain fesyennya.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Meskipun saat ini Project Primrose hanya dipamerkan sebagai konsep, belum ada informasi apakah akan tersedia bagi konsumen atau desainer, dan kapan hal itu akan terjadi. Namun, dengan antusiasme awal terhadap proyek ini, nampaknya kita belum melihat akhir dari mode yang didukung oleh teknologi dari Dierk. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================