Adobe menjelaskan bahwa Project Primrose menggunakan tekstil yang dapat dikenakan, fleksibel, dan tidak memancarkan emisi. Ini memungkinkan seluruh permukaan untuk menampilkan konten yang dibuat dengan perangkat Adobe seperti Adobe Stock, After Effects, Firefly, dan Illustrator.

Selain memberikan desainer dan seniman kesempatan untuk menciptakan pola interaktif baru, konsep ini juga membawa pengalaman baru bagi konsumen dalam berinteraksi dengan dunia mode dan sekitarnya.

BACA JUGA :  Setelah Hampir Setahun Hibernasi, Wahana New Horizons NASA Kembali Aktif di Ujung Tata Surya

Proyek ini merupakan gabungan antara minat Dierk dalam teknologi dan mode. Dierk memiliki gelar Ph.D. dalam Ilmu Komputer dari U.C. Berkeley dan memiliki pengalaman yang luas dalam mengembangkan teknologi yang dapat dikenakan (wearable technology).

Dia juga merupakan seorang penjahit berbakat yang senang bekerja dengan berbagai bahan dan pola untuk menciptakan desain fesyennya.

BACA JUGA :  7 Tanda Kamu Mungkin Salah Memilih Pasangan, Jangan Abaikan Sinyal Ini

Meskipun saat ini Project Primrose hanya dipamerkan sebagai konsep, belum ada informasi apakah akan tersedia bagi konsumen atau desainer, dan kapan hal itu akan terjadi. Namun, dengan antusiasme awal terhadap proyek ini, nampaknya kita belum melihat akhir dari mode yang didukung oleh teknologi dari Dierk. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================