Medsos Diminta Tanggung Jawab Soal Konten Hoaks Konflik Israel-Hamas

Seorang juru bicara Meta yang dikutip oleh BBC Internasional mengatakan bahwa perusahaan telah mengambil langkah cepat dengan membentuk tim operasi khusus yang dikelola oleh para ahli. Meta juga telah mempekerjakan penerjemah bahasa Ibrani dan Arab untuk memantau dan merespons situasi yang berkembang cepat ini. Upaya ini akan terus dilakukan selama perang berlanjut.

  1. TikTok

Selain Meta, Breton juga mengirimkan surat kepada CEO TikTok, Shou Zi Chew, pada Kamis, 12 Oktober 2023. Shou diminta untuk memberitahu Komisi Eropa tentang cara TikTok melindungi remaja dari konten kekerasan dan informasi yang salah mengenai Konflik Israel-Hamas.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Breton juga mendesak TikTok untuk segera meningkatkan upaya perlindungan terhadap konten yang berpotensi ilegal, bersifat propaganda, dan sensitif yang beredar di platform tersebut.

TikTok telah merespons dengan mengerahkan karyawan untuk menghapus konten dan akun yang terkait dengan Konflik Israel-Hamas.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Untuk informasi tambahan, DSA adalah sebuah peraturan yang berlaku di wilayah Eropa. Peraturan ini mengharuskan platform media sosial seperti TikTok, X, Facebook, dan Instagram untuk segera menghapus konten ilegal.

Jika perusahaan terbukti melanggar peraturan ini, mereka dapat dikenakan denda sebesar 6% dari pendapatan global tahunan mereka. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================