
Rekaman Al Jazeera dari tempat kejadian menunjukkan petugas medis dan warga sipil mengambil jenazah dengan tas putih atau selimut. Noda darah dan beberapa mobil yang dibakar terlihat di halaman rumah sakit yang gelap.
Mustafa Barghouti, pemimpin partai politik Inisiatif Nasional Palestina (PNI), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan rumah sakit tersebut seharusnya membuat para pemimpin dunia mempertanyakan dukungan mereka terhadap Zionis Israel.
“Tak seorang pun di dunia ini yang menyerang rumah sakit di negara lain mana pun di dunia,” kata Barghouti.
“Apakah mereka akan mengutuk pembantaian Zionis Israel ini? Akankah mereka mengutuk perilaku Israel ini? Mereka tahu mereka bisa menghentikan Zionis Israel,” kata dia.
“Mereka tahu bahwa mereka dapat menahan Zionis Israel. Merekalah yang memberikan senjata, uang, dan dukungan kepada para agresor Israel.”
Dia menambahkan bahwa dia merasa infrastruktur sipil sengaja menjadi sasaran serangan Zionis Israel.
Sekitar 3.000 orang telah tewas dalam serangan udara Zionis Israel di Jalur Gaza sejak perang meletus pada 7 Oktober. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















