
BOGOR-TODAY.COM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (Distanhorbun) menyebut bahwa, kenaikan harga beras di pasaran membuat para petani justru dilimpahi berkah.
“Jadi untuk petani itu berkah. Karena baru sekarang merasakan kembali ke harga yang sebenarnya,” kata Plt Distanhorbun Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, Rabu (25/10/2023).
Ia menjelaskan, saat ini petani di Kabupaten Bogor menjual gabah kering giling (GKG) dengan kisaran nilai Rp8.500 per kilogram. Padahal sebelumnya harga di pasaran sekitar Rp5.000 per kilogram.
Sementara, harga beras di Kabupaten Bogor tercatat di angka sekitar Rp10.000 hingga Rp13.000. Sebelum mengalami kenaikan, harganya kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000.
Kemudian, Tatang mengungkapkan, harga beras mengalami kenaikan secara nasional. Untuk di wilayah Kabupaten Bogor sendiri, kenaikannya terjadi sejak Maret 2023 dan harganya meroket saat memasuki Juni hingga Juli 2023.
“Puncaknya Juni-Juli. Insya Allah kalau musim hujan lagi (harganya turun). sekarang mereka (petani) lagi menanam juga walaupun terdampak kekeringan,” jelas Tatang.
Lanjutnya, dalam setahun 36.000 hektare sawah yang ada di Kabupaten Bogor mampu menghasilkan sekitar 180.000 ton beras setiap satu kali panen dan sekitar 450.000 ton beras dalam setahun.
“Kita setahun itu dari 36 ribu hektare se-Kabupaten Bogor dikalikan 5 ton per hektarnya, dan 2,5 kali panen dalam setahun,” tuturnya.
Namun, kata dia, jumlah produksi beras di Kabupaten Bogor baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan warganya yang tercatat mencapai 5,6 juta jiwa. Sehingga Pemerintah Kabupaten Bogor menambah pasokan beras dari luar daerah.
“Selebihnya kita masih bekerja sama dengan daerah luar. Seperti cianjur untuk memenuhi beras ini,” pungkasnya.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















