Pembunuhan diduga karena pelaku dalam kondisi mabuk miras tersinggung ditegur saat ingin bernyanyi di acara pesta perkawinan. Pelaku kemudian mengancam akan berbuat onar hingga akhirnya korban memukul pelaku dan terlibat kericuhan.

“Pelaku menghampiri musik elekton dengan maksud ingin menyanyi, warga lantas berteriak dan melarang Basri menyanyi karena sudah larut malam. Ia lantas mencabut badik yang dibawanya dan mengancam akan mengacaukan acara jika tetap tak diberi kesempatan bernyanyi. Korban Arsyad tiba-tiba memukul pelaku dengan piring yang ada di atas meja dan mengenai dahi bagian kanan Basri. Korban sempat menangkis pukulan si pelaku dan Arsyad kemudian menikam Basri dan mengenai paha bagian kiri. Pelaku pulang ke rumahnya mengatakan kepada korban, tunggu kamu, saya pulang ke rumah dulu ambil parang. Basri datang membawa sebilah parang menghantam korban berulang kali hingga akhirnya berlumuran darah jatuh ke tanah dan meninggal dunia,” ungkap Alamsyah.

BACA JUGA :  Bahas Tata Kelola Lobster, MKI dan IPB University Desak Regulasi Berbasis Sains dan Inklusif

Seusai membunuh tetangganya itu, pelaku hendak kabur ke Kabupaten Jeneponto. Namun, pelaku dapat ditangkap polisi setelah sepeda motor yang dikendarai pelaku terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros, Kecamatan Turikale, hingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara. ***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================