
“Kalo interior dan isi namanya museum harus ada kajian. Hal-hal yang dilaksanakan bersama tidak hanya Disparbud. Lintas sektoral instansi, provinsi dan pusat terlibat,” jelasnya
Dedie memaparkan, meski belum bisa dinikmati seutuhnya, Pemkot akan menyiapkan story line di dalam museum untuk memberikan wawasan kepada para pengunjung. Story line berisikan cerita-cerita mengenai peradaban kerajaan Pajajaran pada waktu itu.
“Kami siapkan panel lintasan sejarah sejak jaman prasejarah, kerajaan, kolonial Portugis, Belanda, Jepang, sampai kemerdekaan. Saya berharap, Museum Bumi Ageung Batutulis ini dijaga bersama-sama oleh semua masyarakat,” paparnya.
“Walaupun yakin tidak bisa mengakomodir semua kepentingan, tapi kami berharap ini jadi milik bersama yang perlu dijaga dan dikembangkan bersama budayawan, dinas dan masyarakat,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















