penipu online
Ilustrasi/freepik.com

BOGOR-TODAY.COM – Kemajuan teknologi yang terus berkembang telah memberikan peluang bagi para penipu online untuk meningkatkan intensitas tindakan kejahatan mereka.

Baru-baru ini, penipuan online menggunakan kecerdasan buatan (AI) berhasil merugikan korban hingga total sebesar US$1,6 miliar (Rp 24,6 triliun) di Amerika Serikat selama tahun 2022, demikian yang diungkapkan oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC).

Penggunaan teknologi AI dalam penipuan ini terutama terfokus pada pemalsuan suara seseorang yang dikenal oleh korban.

Senator Elizabeth Warren menyatakan bahwa perkiraan kerugian tersebut mungkin terlalu rendah, karena tidak memperhitungkan jumlah korban yang tidak melaporkan penipuan karena merasa malu.

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

Longgarnya kebijakan yang mengatur penggunaan teknologi ini dianggap sebagai penyebab maraknya penipuan. Sebagai respons, anggota parlemen AS merespons dengan upaya untuk mempercepat pengesahan Undang-Undang yang mengatur penggunaan AI dan teknologi canggih lainnya.

Senator tersebut juga menyoroti berbagai modus penipuan online yang paling populer, termasuk peniruan identitas, penipuan finansial, robocall, penipuan komputer, catfishing di aplikasi kencan, pencurian identitas, dan lain-lain. Penipuan dengan menggunakan teknologi AI, khususnya melibatkan pemalsuan suara untuk meminta uang, menjadi yang paling mencolok.

BACA JUGA :  7 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol Tinggi

Ketika disampaikan dalam sidang komite, beberapa kesaksian menggambarkan bagaimana korban menerima panggilan telepon yang menyeramkan, dengan suara yang meniru secara akurat orang yang mereka cintai, meminta bantuan atau dana.

Upaya pencegahan, termasuk peningkatan literasi dan pemahaman tentang AI di kalangan lansia, dianggap sebagai langkah penting untuk mengatasi tantangan ini. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================