
Ayahnya merasa heran karena latihan tersebut tidak diawasi oleh senior perguruan silat, dan hanya beberapa orang kakak seperguruan yang mengawasi.
Wildan diduga mengalami luka pada organ dalam akibat dipukul dan ditendang.
Setelah terkapar, korban hanya dibawa ke teras sekolah, dan rekan-rekannya melanjutkan aktivitas latihan silat sampai sore.
Melihat Wildan lemas, korban hanya diberi minum, dan saat kejang-kejang, tidak segera dibawa ke rumah atau rumah sakit.
Akhirnya, Wildan dibawa ke RSUD Karanganyar, namun sudah terlambat, dan saat diperiksa, ia sudah tak bernyawa.
Suparno mengekspresikan keheranannya bahwa latihan tidak diawasi oleh senior perguruan silat, dan ia menyoroti keterlibatan hanya beberapa kakak seperguruan. Wildan akhirnya dimakamkan setelah menjalani autopsi di RS Dr. Moewardi Solo.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karanganyar, AKP Imam, mengumumkan bahwa lima tersangka, termasuk dua pekerja swasta dan tiga pelajar di bawah umur, telah ditangkap dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Wildan.
Barang bukti berupa seragam perguruan silat Pagar Nusa milik korban dan dua setel seragam milik korban luka juga diamankan. Berdasarkan pemeriksaan penyidik, korban dipukul dan ditendang saat latihan silat. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















