BOGOR-TODAY.COM – Perguruan Silat Nahdhatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Karanganyar, Jawa Tengah, memastikan bahwa latihan silat yang menyebabkan kematian pelajar SMP berinsial WA (14) pada Minggu (26/11/2023) kemarin melanggar standar prosedur operasional (SOP).
Ketua PSNU PN Cabang Karanganyar, Maryadi, menyatakan kepada wartawan bahwa Pagar Nusa tidak pernah memberlakukan hukuman fisik yang menyasar organ vital selama latihan silat. Maryadi menekankan bahwa latihan silat selalu terjadwal dan diawasi oleh pengurus.
Dia menjelaskan bahwa kejadian di halaman SDN Cangakan 2 bukanlah bagian dari agenda resmi PSNU PN Karanganyar.
Maryadi menyampaikan larangan penggunaan doweran (tendangan dan pukulan ke anggota tubuh serta sikap pernapasan) selama latihan silat, karena kejadian serupa pernah terjadi di perguruan silat lain yang berakhir dengan kematian.
“Kegiatan Pagar Nusa lebih banyak berfokus pada penguatan keagamaan. Meskipun materi latihan silat fisik ada, mereka menjauhi serangan yang dapat berakibat fatal,” kata Maryadi dikutip dari beritasatu.com, Selasa (28/11/2023).
Sementara itu, Suparno, ayah WA, mengecam bahwa putranya tidak segera mendapatkan pertolongan saat kondisi kritis.
Dia menyayangkan bahwa informasi menyebutkan anaknya hanya didiamkan selama satu jam oleh kakak kelasnya di perguruan silat dan diberi air putih mineral.
Suparno yakin bahwa jika Wildan segera mendapatkan pertolongan, mungkin nyawanya bisa diselamatkan.
Suparno juga menceritakan bahwa Wildan sebenarnya sudah dilarang untuk berlatih silat pada Minggu sore, tetapi ia dijemput oleh lima temannya yang mengaku sebagai kakak seperguruannya.
Meskipun tidak mengenali mereka, Wildan buru-buru pergi ke tempat latihan tanpa firasat apa pun.
Ayahnya merasa heran karena latihan tersebut tidak diawasi oleh senior perguruan silat, dan hanya beberapa orang kakak seperguruan yang mengawasi.
Wildan diduga mengalami luka pada organ dalam akibat dipukul dan ditendang.
Setelah terkapar, korban hanya dibawa ke teras sekolah, dan rekan-rekannya melanjutkan aktivitas latihan silat sampai sore.
Melihat Wildan lemas, korban hanya diberi minum, dan saat kejang-kejang, tidak segera dibawa ke rumah atau rumah sakit.
Akhirnya, Wildan dibawa ke RSUD Karanganyar, namun sudah terlambat, dan saat diperiksa, ia sudah tak bernyawa.
Suparno mengekspresikan keheranannya bahwa latihan tidak diawasi oleh senior perguruan silat, dan ia menyoroti keterlibatan hanya beberapa kakak seperguruan. Wildan akhirnya dimakamkan setelah menjalani autopsi di RS Dr. Moewardi Solo.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karanganyar, AKP Imam, mengumumkan bahwa lima tersangka, termasuk dua pekerja swasta dan tiga pelajar di bawah umur, telah ditangkap dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Wildan.
Barang bukti berupa seragam perguruan silat Pagar Nusa milik korban dan dua setel seragam milik korban luka juga diamankan. Berdasarkan pemeriksaan penyidik, korban dipukul dan ditendang saat latihan silat. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















