“Total 211 personel TNI mengikuti latihan tersebut, yang dimulai pada pukul 06.30 WIB dengan target pendaratan di Desa Gembongan,” kata Slamet.

Dari 211 personel tersebut, hanya Serda S yang mendarat di atap rumah warga karena melenceng sekitar 50 meter dari area pendaratan yang ditentukan, disebabkan oleh angin kencang di atas.

BACA JUGA :  Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Dapat Menurunkan Rasa Percaya Diri Anak

Akibat insiden tersebut, rumah warga mengalami kerugian, termasuk genteng yang pecah dan antena yang patah.

Meskipun demikian, warga tersebut tidak mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pihak TNI. Namun sebaliknya, mereka bahkan bersedia memberikan nasi bungkus kepada seluruh 211 personel TNI yang mengikuti latihan.

BACA JUGA :  PERAN AKIDAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM

Selama latihan berlangsung, PLN telah mematikan aliran listrik di sekitar area pendaratan. Sesi latihan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================