
Menurutnya, untuk menekan perdaran narkotika, BNN telah bekerja sama dengan seluruh stakeholders. Dengan demikian, BNN telah menyelamatkan kurang lebih 300 ribu orang yang potensial pengguna narkotika.
“Kami bisa menekan prevalensi narkotika dari 1, 95 persen menjadi 1,73 persen. Ini hal yang baik walaupun hanya 0,22 tetapi ini hal yang baik bagi bangsa Indonesia karena dengan kita bekerja sama melaksanakan instruksi presiden,”
Selain itu, Petrus juga menyampaikan bahwa penggunaan baret ini bukan hanya untuk gagah-gagahan, akan tetapi simbol perang bandar-bandar narkotika. Sehingga, hal ini perlu berkesinambungan untuk terus menumpas peredaran gelap narkotika di Indonesia. BNN juga sukses dalam melakukan rehabilitasi.
Dengan penyematan baret ini, Petrus Reinhard berharap dapat terus memacu semangat personel BNN RI dan provinsi serta kabupaten/kota dalam melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk mewujudkan Indonesia Bersinar.
“Ini tidak gampang ya, jadi bukan hanya kita melakukan penindakan tapi kita juga melakukan rehabilitasi dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga berkaitan dengan prevalensi dan informal pemberdayaan secara berkelanjutan,” tuntasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















