
BOGOR-TODAY.COM – Perselisihan dua kubu jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan HKBP Cibinong masih menjadi polemik sejak tahun 2019 lalu, hingga berujung pada aksi saling bentrok.
Menaggapi itu, Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebut, kunci perselisihan yang terjadi antara dua kubu HKBP adalah dengan saling toleransi sesama umat.
“Masyarakat diuji tingkat toleransinya, di uji hari ini. Tolong jangan kaku atau menolak,” kata Iwan, Rabu (13/12/2023).
Iwan juga meminta kepada camat untuk melakukan komunikasi secara dua arah supaya permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami juga meminta kepada pak camat tolong komunikasikan dengan baik, kalau mau pakai tempat, pakai aja,” jelas dia.
Kemudian, kata dia, sejumlah permasalahan yang terjadi harus diselesaikan dengan tidak memaksakan kehendak, agar tercipta persaudaraan yang rukun.
“Posisi kami hanya mendeteksi, menghimbau, kepada umat dan saya secara pribadi kepada masyarakat yang non atau tidak merayakan di luar agama kristiani tolong toleransi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, tatusan jemaat Gereja HKBP Cibinong gedung lama melakukan aksi damai di depan gerbang gedung HKBP baru pada Minggu (10/12/2023).
Aksi tersebut berujung saling dorong hingga ada upaya untuk merangsek masuk oleh jemaat gedung lama. Kondisi dan situasi semakin memanas sampai jemaat gereja lama menarik diri satu persatu.
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














