
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin (ZM) menuturkan, bahwa Sendi Fardiansyah menjadi orang kedua yang mendaftarkan diri sebagai Bacawalkot di DPC PPP Kota Bogor.
Namun, masih kata ZM, yang membedakan yakni Sendi Fardiansyah tidak hanya mengambil formulir tetapi langsung mengembalikan.
“Nah yang yang menjadi pembeda. Mungkin Kang Sendi menerima formulir, mengisi dan langsung mengembalikannya, menurutnya mungkin lebih cepat lebih baik karena kebaikan itu jangan ditunda-tunda,” imbuhnya.
Kendati demikian, ZM menyebut, bahwa sosok figur yang menjadi pilihan PPP untuk Pilkada 2024 melihat dari visi misi dari setiap calon yang mendaftarakan diri ke PPP. Yang jelas, lanjutnya, figur yang dicari dapat memprioritaskan kepentingan masyarakat Kota Bogor.
Terkait dengan keputusan DPP mengeluarkan rekomendasi, ZM mengungkapkan, bahwa belum ada kepastian kapan DPP akan mengeluarkan rekomendasi, bahkan bukan rekomendasi yang dikeluarkan melainkan surat tugas.
“Kalau rekom kayaknya masih belum ada batasan waktu. Kan kita mekanismenya hampir sama, ketika kita ajukan tiga nama ke Jawa Barat (DPW) kemudian dilaporkan ke DPP, nah nanti yang lolos dari seleksi itu akan mendapatkan surat tugas dari DPP PPP, di mana dalam surat tugas itu akan ada poin-poin yang harus dilakukan oleh figur kepala daerah dari ketiganya,” ujarnya.
ZM menambahkan, bahwa setelah surat tugas itu dilaksanakan dan progresnya dirasa cukup baik, menjelang pendaftaran ke KPU nanti DPP mengeluarkan rekomendasi dengan format pasangan yang akan diusung.
“Sekarang ini kan belum, proses koalisi dan lain-lain juga belum karena PPP tidak bisa mengusung sendiri harus berkoalisi dengan partai politik yang lain,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















