
Dengan membandingkan BO dengan SI, maka sewajarnya gerakan seperti SI yang dijadikan sebagai pelopor kebangkitan nasional. Tapi mengapa justru para pemegang kekuasaan lebih suka menempatkan BO sebagai pelopor?
Berdirinya Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 16 Oktober 1905 yang kemudian menjelma menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 merupakan pelopor kebangkitan nasional.
Pelurusan sejarah mengenai Harkitnas nampaknya perlu dilakukan. Fakta-fakta tentang SI seyogyanya bisa dijadikan pertimbangan pemerintah untuk melakukan pelurusan fakta sejarah dan mengkaji ulang.
Terus gimana solusinya bro? InsyaAllah mudah bro jika kita mau mengambil hikmah dari perayaan Harkitnas yaitu: bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan yang menjadi landasan berdirinya NKRI.
Ok saatnya para pakar sejarah, pemimpin dan tokoh nasional untuk duduk bermusyawarah sambil minum kopi dengan santuy, gak perlu emosi, gak perlu merasa paling benar sendiri.
Jika misal Harkitnas tetap 20 mei, adalah bijaksana para tokoh Sarekat Islam (SI) dimasukkan juga sebagai tokoh Harkitnas. Jayalah Indonesiaku. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















