HARI KEBANGKITAN NASIONAL PERLU PELURUSAN SEJARAH?

HERU_OPINI
FOTO : IST

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

HARI Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap 20 Mei, yang bertepatan dengan berdirinya organisasi Budi Utomo (BO) pada 20 Mei 1908 pimpinan Dr Sutomo.

Berikut tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional, yaitu: Dr. Sutomo,  2. Dr Cipto Mangunkusumo, 3. Ki Hajar Dewantara, 4. Douwes Dekker. Inilah versi  yang umum kita ketahui dalam sejarah bangsa Indonesia selama ini selama ini.

BACA JUGA :  Truk Penuh Muatan Pasir Terjungkal ke Sungai Gegara Jembatan di Langkat Jebol

Tapi menurut Asvi Marwan sejarawan LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Marwan  menilai penetapan tanggal lahir BO sebagai Harkitnas kurang pas.

Hal ini karena BO tidak bisa disebut sebagai pelopor kebangkitan nasional, karena BO bersifat kedaerahan.

Dalam buku yang ditulisnya, “Seabad Kontroversi Sejarah“ Asvi sendiri menulis bahwa BO pada dasarnya merupakan lembaga yang mengutamakan kebudayaan dan pendidikan, dan jarang memainkan peran politik.

BACA JUGA :  Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Pinrang, Uang Rp 270 Juta-50 Karung Padi Hangus

Sedang Sarekat Islam (SI) merupakan kawah candradimuka berbagai pemikir Indonesia kelas dunia.

Sebutlah H.O.S Tjokroaminoto, Agus Salim, Soekarno sampai dengan Tan Malaka, Muso dan Semaun. Tokoh-tokoh ini memiliki andil besar dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dengan lahirnya SDI yang kemudian berganti nama dengan SI, persatuan bangsa ini mulai dirajut. Tanpa membatasi kesukuan, pangkat, golongan maupun strata sosial.

======================================
======================================
======================================