
Saat ini di Indonesia, berdasarkan studi jumlah kasus CTEV adalah 1 dari 1000 kelahiran hidup. Jumlah anak yang mengalami kondisi CTEV dan yang tergabung dalam program CTEV atau dirawat doctorSHARE kurang lebih berjumlah 175 anak, jumlah tersebut belum semuanya. Tahun depan doctorSHARE akan menyasar 400 anak.
Tingkat keberhasilan intervensi menuju kesembuhan kaki pengkor sebesar 80 sampai 90 persen terletak pada orang tua karena yang bisa menentukan dan membantu anak untuk melakukan konsultasi rutin, bisa datang ke rumah sakit adalah orang tua sebab diperlukan konsistensi dan kesabaran untuk bisa terus lakukan intervensi.
Tutuk menjelaskan secara fakta proses pengobatan dan penyembuhan tidaklah mudah, bisa memakan waktu 3 sampai 4 tahun agar bisa sembuh dengan mengikuti arahan, informasi dan tahapan yang disampaikan dokter.
“Kebetulan anak saya mengalami kondisi CTEV tapi sekarang sudah sembuh dan hobinya main futsal. Jika dalam proses penyembuhan anak bapak ibu nangis karena harus menggunakan sepatu, jangan dicopot, kalau nanti digips terus menangis, itu adalah hal yang lumrah sebagai satu tahapan yang dilewati,” ucap Tutuk.
“Jangan sampai bapak ibu karena tidak sabar atau merasa kasihan maka kondisi kaki anak bapak ibu kembali pengkor, akhirnya harus mengulang dari awal,” sambungnya.
Sebagai informasi, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati ClubFoot Day international sedianya rutin dirayakan pada 3 Juni, namun karena bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB) peringatan digeser pada 4 Juni 2024.
Peringatan tersebut dijelaskan Tutuk menjadi kegiatan yang pertama di Kota Bogor. CTEV atau kaki pengkor ini belum menjadi prioritas nasional. Melalui kegiatan pihaknya ingin memberikan informasi dan kesempatan kedua bagi anak-anak yang memiliki kondisi CTEV dan dukungan, agar bisa berjalan normal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















