
“Secara pribadi, orang tua Kades Cibanteng Haji Didin sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri karena saking dekatnya. Begitupun dengan Kades Cimanggis Haji Azis, orang tuanya dulu juga kepala desa satu angkatan dengan saya, dan saya sangat mengenalnya dengan baik,” tutur Jaro Ade.
Jika saat pemilihan ketua APDESI Kabupaten Bogor, hanya ada dua nama calon saja, lanjut Jaro Ade, tentunya merupakan suatu anugrah, karena baik Haji Didin maupun Haji Azis sudah dianggap adik oleh Jaro Ade.
“Saya berharap siapapun yang terpilih menjadi ketua APDESI Kabupaten Bogor, harus merangkul semua kades se Kabupaten Bogor. Lakukan kegiatan silaturahmi, membuat ide dan gagasan agara APDESI terus kompak bersinergi dengan muspika camat ,kapolsek ,Danramil dan babinsa mapun babinmas untuk menjalankan progaram pemerintah dan melakukan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tegas Jaro Ade.
Dia menambahkan, APDESI harus mengoptimalkan perpanjangan masa jabatan kepala desa 2 tahun untuk menuntaskan semua program pembanguan di desa maing – masing. Dan yang terpenting, tidak ada lagi kepala desa yang tersandung kasus hukum.
“Karena, resiko sebagi pejabatan desa banyak tugas atau program yang harus direalisasikan untuk pembanguan sebuah desa. Bantuan anggran dari APBN, APBD Prov, APBD kabupaten harus terserap dengan optimal dan tepat guna,” tutur Jaro Ade.
Jaro Ade menghimbau untuk seluruh kepala desa khususnya para calon ketua APDESI Kabupaten Bogor untuk duduk bersama menyatukan visi misi agar mampu membangun Indonesia dari desa.
“Perlu saya ingatkan sebagi mantan kades, tugas yang lebih penting bagi para kepala desa adalah mengurus desa masing – masing untuk menjalan program pemerintah dan amanah yang dititipkan masyarakat, agar desanya maju dan masyarakatnya bahagia,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















