
Kegiatan ini, juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata dengan adanya Festival Jajanan Lembur yang dibalut dengan konsep jual beli masa lampau dengan transaksi menggunakan uang koin
berbahan batok kelapa.
Ketua Panitia Pelaksana, Riri Siti Nur Fazriah mengatakan, Lembur Sawah yang sering dianggap tidak memiliki kehidupan karena berada di pinggiran kota, kini menjadi kampung wisata yang memiliki potensi dan daya tarik bagi wisatawan sehingga bisa dikenal di seluruh
pelosok Kota Bogor dan luar Kota Bogor.
“Dengan ini bisa terbukti bahwa ternyata kita di sini berkehidupan dan berkembang baik dari sisi pertanian maupun UMKM dan pengembangan wisata,” ujarnya.
Selain menjadi daya tarik wisatawan lokal, Sidekah Bumi ini juga menjadi daya tarik turis asal mancanegara. Terlihat beberapa turis asing asyik mendokumentasikan prosesi Sidekah bumi sejak awal hingga akhir. Mereka membeli dan mencoba beberapa jajanan lembur.
Sebagai informasi, sejak 30 tahun lalu prosesi Sidekah Bumi berhenti dan menghilang. Data tersebut terungkap ketika adanya kegiatan mahasiswa dari Universitas Pancasila yang melakukan kegiatan riset dan observasi di Lembur Sawah beberapa tahun lalu.
Kemudian, muncul inisiasi dari para kaum muda bersama kokolot kasepuhan, serta pelaku seni budaya yang kemudian didukung oleh masyarakat dan dibantu kolaborasi dengan Pemerintah kota (Pemkot), para sponsor, asosiasi, akademisi dan sebagainya kembali menghidupkan Sidekah Bumi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















