Sungai Cileungsi dalam Krisis, AJPLI dan KLHK Ambil Tindakan untuk Membalikkan Keadaan

“Budaya itu penting karena berakar dari kebiasaan dan perilaku manusia yang tidak merugikan alam. Jika kita sentuh melalui budaya, masyarakat akan lebih mengena daripada tindakan represif,” kata Roni didampingi Tenaga Ahli KLHK, Bagus Hariyanto.

Roni menambahkan bahwa KLHK memiliki program zero waste dan zero emission yang dapat mengubah sampah menjadi energi terbarukan.

“Sampah bisa dijadikan semacam batu bara untuk pabrik semen. Jika pemda Bogor mau menggalakkan ini, kami siap mendukung,” ucapnya.

BACA JUGA :  Bangunan Cagar Budaya Denkesyah Bogor Mulai Direstorasi Pasca-Kebakaran, Pemkot Kucurkan Rp3,7 Miliar

Ditempat yang sama, Manajer Teknis Support PT PPLI, Yusuf Firdaus menyampaikan dukungannya terhadap acara Sedekah Sungai ini.

Ia mengaku bahwa PPLI masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau penanganan sampah di masyarakat dan perlu kolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

BACA JUGA :  Tekan Angka 45 Ribu Penganggur, Komisi IV DPRD Kota Bogor Kawal Pembukaan Job Fair 2026

“Untuk terkait penanganan sampah sendiri PPLI memiliki keterbatasan regulasi dan sebagiannya, kami memang tidak langsung menjangkau ke masyarakat, karena kalau bicara tentang sampah ini timbulnya dari masyarakat, nah itu kami masih punya keterbatasan untuk penanganannya langsung dalam hal ini lingkungan,” terangnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================